Sunday, August 30, 2009

PARIS - The Joy of Living! (B'GIRL! Magazine, September 2009 Edition)

Jalan-jalan kali ini ngebahas one of b’girl!’s fave cities in the world, Paris. Kebetulan aku, Vina Puspita, graphic designer b’girl!, sempat ke sana not too long ago. Just read about my experience in the City of Lights! Joie de Vivre!



Paris Is My Paradise

Aku duduk terlelap di dalam sebuah bus bertingkat yang sedang menuju kota yang termasuk dalam daftar“my dream travel destination”, Paris. Bukan bermaksud tidak ingin menikmati pemandangan di luar, tapi memang benar-benar nggak ada yang bisa dilihat, secara masih jam 4 pagi. Jadi ya tidur saja sepanjang perjalanan.


Aku berangkat dari kota Maastricht. Perjalanan dari Maastricht, Netherlands, menuju Paris berdurasi sekitar lima sampai enam jam menggunakan bus. That's why aku harus berangkat pagi-pagi buta, supaya nggak kesiangan tiba di Paris.


Pukul 9.30 pagi, the adventure begins.... “Wow, where am I?”

“You're in Paris, Darl...,” I answer myself. 


Bangunan cantik plus antik di sepanjang jalan, park yang tertata luar biasa, anak-anak lagi main, orang-orang sedang jogging, anjing dan tuannya, kakek-nenek sedang duduk-duduk santai di bangku taman... what a beautiful morning!

Bus terus melaju sepanjang jalan Champs Elysees, taman abad ke-17 yang diubah menjadi jalan yang menghubungkan Place de La Concorde dan Arc de Triomphe. Jalan perbelanjaan yang besar di Paris. Jalan ini bahkan dijuluki La Plus Belle Avenue Du Monde, loh, alias jalan terindah di dunia.

Finally, tibalah aku di depan menara berkerangka besi tempa karya Alexandre Gustav Eiffel. Yup! That's Eiffel Tower! I’m so amazed, Girls! Dibandingkan dengan tingginya yang 300 m itu, aku jadi berasa kecil banget, tapi itu malah memacu adrenalinku. Tertantang buat naik sampai ke ujung puncaknya. Nggak kebayang kayak apa. 

Mau nggak mau, aku harus sabar untuk menaiki Menara Eiffel, antrinya itu loooh... puanjaaang! Aku harus mengantri selama sekitar 50 menit untuk beli tiket.

Sebenarnya ada dua pilihan untuk naik ke atas. Pertama, bisa naik lift yang mengangkut kita sampai ke lantai 2 maupun 3 (puncak). Atau cara kedua, yaitu dengan tangga manual! 


Sudah pasti harga tiket masuknya berbeda, dan tingkat kelelahannya juga berbeda, he he he.... Untuk biaya masuk dan naik menara, kalau pakai lift berkisar 8-13 euro/person. Sedangkan kalau naik tangga, harga tiketnya hanya 3-4,5 euro/person. Karena hanya sehari di Paris dan nggak mau menyia-nyiakan waktu, aku pilih via lift, supaya lebih cepat, and it costs 9,90 euro (youth price). 

Dag-dig-dug, agak ngeri juga, karena lift melaju cepat dan yeah... tinggi banget! But you know what, rasanya semua lelah akibat mengantri tadi hilang seketika setelah aku sampai di puncak menara. Wow! Mantaaaap! 

Dari atas terlihat kota Paris yang padat tertata. Dibantu dengan media gambar yang terpampang di sekeliling ruangan puncak, kita bisa mengenal berbagai gedung penting di Paris. Nggak cuma itu, di sana juga terdapat ruangan kecil yang dulunya merupakan studio pribadi Gustav Eiffel. Sayangnya, studio itu nggak terbuka untuk umum, jadi kita cuma bisa mengintip dari jendela. Tapi itu nggak mengurangi kepuasanku!

Kembali kubuka peta untuk menentukan tujuan berikutnya and how to get there. Cukup banyak transportasi umum di Paris. Ada bus, metro, trem, kereta, bahkan kita juga bisa menyewa sepeda. Ada pula transportasi air. 

Transportasi air yang terkenal untuk para turis dan traveler adalah the river-boat shuttle service, Batobus. Bertarif 12 euro/person (untuk satu hari penuh) dengan rute delapan titik perhentian di bagian Sungai Seine. Adapula touristic bus Les Car Rouges, bus bertingkat yang mengantar kita berkeliling kota Paris selama 2,5 jam, and it costs 24 euro untuk orang dewasa, dan 12 euro untuk anak-anak. Yap, kalau dibandingkan dengan kota-kota di negara Eropa lainnya, Paris memang kota yang mahal, Girls.

Untuk urusan jalan dan transportasi, jujur saja, aku cukup mengalami kesulitan. Selain jumlah petunjuk jalan sangat minim, hampir semua petunjuk jalan tersebut menggunakan bahasa Prancis (tentu). Kalaupun tanya orang di jalan, nggak semua mau menjawab kalau kita bertanya dalam bahasa Inggris. 

Next Destinations

Notre-Dame de Paris is my next destination. Kathedral bergaya gothic yang megah ini terletak di jalan Ile de la Cite wilayah Paris, terkenal dengan novel Victor Hugo yang diterbitkan pada tahun 1831 berjudul Notre-Dame de Paris atau dikenal dengan The Hunchback of Notre Dame.

Lalu aku menuju Musee du Louvre, I'm so excited! Inilah salah satu tempat yang menurutku nggak boleh terlewatkan. Bayangkan saja, museum nasional terbesar di Prancis ini dikunjungi lebih dari delapan juta orang per tahunnya. Jelas salah satu alasannya adalah karena sekitar 35.000 barang bersejarah dari masa sebelum Masehi sampai abad ke-19 dipamerkan di tempat ini, termasuk  Mona Lisa (La Joconde) dan patung Venus de Milo. Tiket masuk Museum Louvre seharga 9 euro, but I can say that it's so worth for such an experience!

Kota Paris memang tidak terlalu luas, hanya sekitar 86,9 km2 (atau sekitar 1/7-nya kota Jakarta).  Tapi aku akui, Paris is indeed a touristic place, banyak banget tempat wisata keren yang bisa dikunjungi. Selain tempat-tempat yang sudah aku ceritakan tadi, ada pula berbagai tempat menarik lainnya, seperti Palais de Chaillot, Madeleine, Jardin Des Plantes, Musee de L'armee, Musee de Orsay, Musee de Luxembourg, Galerie Lafayette, Bastille, dan tempat-tempat bersejarah lainnya. 

Aku hanya punya waktu sehari di Paris, jelas tak semua tempat bisa kukunjungi. Tapi berada seharian di Paris menjadi pengalaman traveling yang nggak terlupakan. Walaupun banyak banget turis di sana, Paris is not like another busy country. Aku merasa, kota fashion ini adalah kota yang tenang dan santai. Parisiana are also good in having pleasure in their tranquil time, nggak harus dengan party and drinking, tapi hanya dengan duduk-duduk di pinggir Sungai Seine. Atau sekedar jalan di taman pun mereka bisa enjoy. Like in paradise!

Ups, nggak terasa sudah jam 9 malam. Saatnya aku kembali ke bus and soon leave this delightful city. It's always hard to say good bye, but I won't say that either, because I can't wait too visit this city for the second time. A bientot!


Vina Puspita

Photos: Personal documentation


layout: Vina Puspita




10 comments:

  1. wow nice story.. Jadi ga sabar ni pengen ke Paris hehee.. thanks ya infonya tentang menara eiffel, tahun depan mungkin aku akan mampir ke sana hehehe..

    ReplyDelete
  2. Thanks Treeas! :)
    Wahhh,,, taun depan kamu rencana ke Paris? I'll cross my finger for you! ;)

    ReplyDelete
  3. gyaa keren banget 'ka. kapaaaan bisa ke sana ...

    btw, 'ka Vina alumnus SMAK 7 bukan?

    *anak AKSEN nih*
    thx

    ReplyDelete
  4. Hahahaa,, makasih Han :D

    waaahhhhhh,,, iyaaa, TOSS!
    kamu anak AKSEN jg???
    skrng kls brp???

    ReplyDelete
  5. iya, kelas 12. panitia FORTELATION juga 'kak ! Doain kak biar lancar. Nnti 'Ka Vina dateng workshop jurnalis ny ga?

    ReplyDelete
  6. hooo, panitia jg.. bagian apa?
    ya ya,, di doakan supaya semuanya lancar ya :D

    Yap, ntar aku dtng ke SMAK 7 pas workshop jurnalis.. trus tgl 20 ny aku k smak 7 lagi, juri lomba photo editing, hehe :D

    ReplyDelete
  7. oke deh, mantab!
    aku sekretaris ny kak.
    inget ga, dlu b'girl kan pnah dateng ke ekskur jurnalis, aku ikutan tuh, aku dlu pemred ny. hehehe.

    ReplyDelete
  8. Ohhh gt?? wah,, aku lupa" inget,hehehe,,,
    ntar ikut workshop jurnalis jga kan km??

    ReplyDelete
  9. ak jdi sekretariat kak, kyk ny ga bkl sempet. klo ad waktu aku so pasti ikutan lah

    ReplyDelete